PENCIPTAAN LEARNING ENVIRONMENT Dl SEKOLAH DASAR (Implikasi Penerapan Pendekatan Tematik Integrate Dan Pendidikan Inklusi)

Authors

  • Zidniyati .

Abstract

Learning environment atau lingkungan belajar menjadi salah
satu perangkat pembelajaran yang menentukan tercapai
tidaknya sebuah tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan nasional
Indonesia adalah menghasilkan generasi yang cakap dan
berakhlak mulia. Beberapa kali pemerintah Indonesia
melakukan perbaikan dalam kurikulum sekolah. Sesempurna
apapun sebuah kurikulum, namun jika penerapannya tidak
dilakukan berdasarkan tujuan dasar dilaksanakannya satuan
pendidikan dan tidak memperhatikan tugas-tugas
perkembangan siswa, maka ekspektasi akan terwujudnya
generasi yang madani pun mustahil dicapai. Penerapan
kurikulum 2013 di Indonesia yang mengusung pola
pembelajaran tematik integratif di jenjang sekolah dasar,
kontekstual dan Terpadu di jenjang sekolah menengah
pertama, dan Pembinaan Peminatan di jenjang sekolah
menengah atas berimplikasi pada beberapa hal, salah satunya
adalah pada penciptaan lingkungan belajar atau learning
environment. Learning environment yang dimaksud dalam
tulisan ini mencakup physical learning environment dan nonphysical learning environment. Tujuan tulisan ini adalah untuk
menggambarkan learning environment yang seperti apa yang
tepat untuk penerapan tematik integratif di kelas inklusi di
tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Untuk menentukan
penciptaan learning environment yang sesuai dengan
penerapan pembelajaran tematik integratif dan pendidikan
inklusi dalam kajian ini diacukan pada tiga konsep teori belajar,
yakni behaviorism, cognitivism, dan constructivism. Masingmasing teori belajar tersebut menimbulkan respon yang
berbeda dan khas dalam hal penciptaan learning environment.

Published

2014-04-21