REKONTRUKSI RUMUSAN TEOLOGI KEBERAGAMAAN (Tafhim atas Qs. Al Kafirun : 1-6)

Authors

  • Irfan Afandi

Abstract

Beberapa dekade ini, teologi menjadi kajian yang kurang
diminati. Padahal teologi menjadi basis segala hal
tentang cara pandang dan sepak terjang manusia.
Membaca kembali dan merekontruksi pemahaman teologi
keberagamaan mernjadi sangat penting. Kehidupan
beragama tidak lepas dari dua hal perumusan iman dan
pengalaman iman. Dalam pengalaman agama seringkali
kedua hal ini dipisahkan tetapi Islam tidak pernah
memisahkan antara keduanya. Pemahaman surat al
Kafirun ini diharapkan akan mengantarkan konfrontasi
pandangan ini. Iman adalah sesuatu yang dibenarkan,
dikatakan dan diamalkan. Rumusan ini akan tidak sama
antara agama satu dengan yang lain, sisi sensitif inilah
yang kemudian harus dijembatani untuk tidak berdampak
negatif dalam kehidupan keberagaman.
Hal ini sesuai dengan semangat Qs. Al Kafirun : 6
“bagimu agamamu; bagiku agamaku".

Published

2014-04-21