PENERAPAN TTG NDOK 4.0 SEBAGAI MESIN TETAS TELUR BEBEK UNTUK REVITALISASI KEMANDIRIAN EKONOMI ERA COVID19 PADA PESANTREN KABUPATEN JABUNG

Authors

  • Aripriharta Aripriharta Universitas Negeri Malang
  • Agung Witjoro Universitas Negeri Malang
  • Sunaryono Sunaryono Universitas Negeri Malang
  • Achmad Hamdan Universitas Negeri Malang
  • Rifqi Al Ihsan Universitas Negeri Malang
  • Aryansyah Pratama Universitas Negeri Malang
  • Annisa Avrilia Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.69552/abdi_kami.v6i1.1595

Keywords:

Bebek, Mesin tetas telur, Kemandirian ekonomi

Abstract

Kondisi pandemic yang berkepanjangan menyebabkan inflasi di kota malang meningkat 0.52% di tahun 2022. Hal ini menyebabkan masyarakat berjuang untuk bangkit secara ekonomi, termasuk mitra sasaran, yaitu pondok pesantren PPMU Jabung, kabupaten Malang. Berdasarkan hasil wawancara dengan pengasuh pondok, situasi mitra saat ini dalam upaya untuk bergerak menuju kemandirian ekonomi (produktif). Mitra berkeinginan untuk menjadi supplier dalam bisnis bibit bebek sehingga mitra membutuhkan uluran tangan dari kampus sebagai produsen karya teknologi dengan membuat mesin tetas telur otomatis dengan kapasitas besar. Oleh sebab itu, dibuatlah Teknologi Tepat Guna (TTG) Ndok 5.0 yaitu mesin penetasan telur otomatis yang mampu menetas kan telur sebanyak 100 butir dalam 1 mesin yang dapat diatur besar suhu maksimal sesuai dengan kebutuhan mitra. Pengujian alat terdiri dari 3 tahapan yaitu peletakan telur bebek, peneropongan, dan penetasan, lama waktu pengujian adalah 24-30 hari dengan suhu maksimal ruangan sebesar 38,5oC.

Downloads

Published

2023-02-28

Most read articles by the same author(s)